Senin, 18 Januari 2010

Untuk AKU dan KALIAN


Jikalah DERITA akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang KETEGARAN akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah KESEDIHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa tidak DINIKMATI saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah LUKA dan KECEWA akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang KETABAHAN dan KESABARAN adalah lebih utama.

Jikalah KEBENCIAN dan KEMARAHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,
Sedang MENAHAN DIRI adalah lebih berpahala.

Jikalah KESALAHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang TAUBAT itu lebih utama.

Jikalah HARTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang KEDERMAWANAN justru akan melipat gandakannya.

Jikalah KEPANDAIAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,
Sedang dengannya manusia diminta MEMIMPIN dunia agar sejahtera.

Jikalah CINTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang MEMBERI akan lebih banyak menuai arti.

Jikalah BAHAGIA akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang BERBAGI akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah HIDUP akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak KEBAIKAN bisa DICIPTA.

.:Sekedar Curhat,saat Kalut:.


[..Baca Selengkapnya..]

Kamis, 24 Desember 2009

MeRaIh KEBAHAGIAAN



Banyak orang yang selalu resah dan gelisah dalam hidupnyadan tidak pernah mendapatkan KEBAHAGIAAN dalam hidupnya....

Kebahagiaan itu sebenarnya tidak perlu dicari...., Kebahagiaan itu ada dalam diri kita sendiri. Kita dapat belajar untuk menemukannya. Tahukah Kita mengapa semakin banyak pertanyaan kita mengenai kebahagiaan, semakin lama pula waktu yang kita perlukan untuk mencapai kebahagiaan?

Lantas, bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan?
Kebahagiaan hanya akan dicapai kalau kita mau melakukan perjalanan KE DALAM.
Namun, itu semua tidak dapat kita peroleh dengan cuma-cuma.Kita harus mau MEMBAYAR HARGANYA.

Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko. Nama toko itu adalah "TOKO KEBAHAGIAAN". Di sana tidak ada barang yang bernama "Kebahagiaan" karena "Kebahagiaan" itu sendiri TIDAK DIJUAL.

Tetapi, toko ini menjual semua barang yang merupakan unsur-unsur pembangun kebahagiaan, antara lain:

  • KESABARAN,

  • KEIKHLASAN,

  • RASA SYUKUR,

  • KASIH SAYANG,

  • KEJUJURAN,

  • KEPASRAHAN KEPADA TUHAN dan

  • RELA MEMAAFKAN.

Inilah "barang-barang" yang Kita perlukan untuk mencapai kebahagiaan. Tetapi, berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi. Yang dijual di sini adalah BENIH.

Jadi, kalau Kita tertarik untuk Membeli "Kesabaran", Kita hanya akan mendapatkan "Benih Kesabaran". Karena itu, segera setelah Kita pulang ke rumah, Kita harus Berusaha Keras untuk Menumbuhkan Benih tersebut sampai ia menghasilkan BUAH KESABARAN.

Setiap benih yang Kita beli di toko tersebut mengandung sejumlah persoalan yang harus Kita pecahkan. Hanya bila Kita MAMPU memecahkan/mengatasi persoalan tersebut, Kita akan menuai buahnya.

Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya.
  • "Kesabaran Tingkat 1,"
    misalnya, berarti menghadapi kemacetan lalu lintas atau pengemudi bus yang ugal-ugalan.

  • "Kesabaran Tingkat 2"
    berarti menghadapi orang yang sewenang-wenang atau orang yang suka memfitnah.

  • "Kesabaran Tingkat 3"
    misalnya, adalah menghadapi keluarga Kita yang sendiri.

Menu yang lain misalnya "BERSYUKUR"
  • "Bersyukur Tingkat 1"
    adalah bersyukur di kala SENANG,

  • "Bersyukur Tingkat 2"
    adalah bersyukur di kala SUSAH.

Tingkatan menu yang berhubungan dengan "KEJUJURAN" juga bermacam-macam
  • "KEJUJURAN Tingkat 1,"
    misalnya,kejujuran dalam Kondisi Biasa,

  • "Kejujuran Tingkat 2"
    adalah kejujuran dalam Kondisi TERANCAM.

Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di "Toko Kebahagiaan". Setiap produk yang dijual di toko tersebut Berbeda-beda Harganya sesuai dengan KUALITAS KARAKTER yang Ditimbulkannya.
Yang TERMAHAL ternyata adalah "KESABARAN", karena kesabaran ini merupakan Bahan Baku dari Segala Macam Produk yang Dijual di sana.

Seorang Filsuf pernah mengatakan,

"Apa yang Kita Peroleh dengan TERLALU MUDAH PASTI KURANG Kita HARGAI. Hanya Harga yang MAHAL-lah yang Memberi NILAI kepada SEGALANYA. Tuhan Tahu Bagaimana MEMASANG Harga yang Tepat pada Barang-barangnya."


Dengan cara pandang seperti ini kita akan menghadapi masalah secara berbeda.
Kita akan Bersahabat dengan Masalah. Kita pun akan Menyambut Setiap Masalah yang Ada dengan Penuh KEGEMBIRAAN karena Dalam Setiap Masalah Senantiasa Terkandung "OBAT dan VITAMIN" yang Sangat Kita Butuhkan. Dengan demikian Kita akan BERTERIMA KASIH kepada Orang-orang yang Telah Menyusahkan Kita, karena Mereka Memang "diutus" untuk Membantu Kita. Misalnya :
  • "Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat, orang yang sewenang-wenang adalah Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran."

  • "Penghasilan yang Pas-pasan adalah peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR."

  • "Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.",

  • "Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat."

  • "Orang-orang yang MENYAKITI Kita adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN."

Sebagai penutup Marilah kita Renungkan ungkapan berikut :

"Aku memohon Kekuatan dan,
Tuhan memberiku Kesulitan-kesulitan untuk Membuatku KUAT."

"Aku memohon Kebijaksanaan dan,
Tuhan memberiku Masalah untuk Diselesaikan."

"Aku memohon Kemakmuran dan,
Tuhan memberiku TUBUH dan OTAK untuk Bekerja."

"Aku memohon Keberanian dan,
Tuhan memberiku berbagai BAHAYA untuk aku Atasi."

"Aku memohon Cinta dan
Tuhan memberiku Orang-orang yang Bermasalah untuk Aku Bantu."

"Aku mohon Berkah dan
Tuhan memberiku berbagai Kesempatan."

"Aku Tidak Memperoleh Apapun yang Aku Inginkan,
tetapi Aku MENDAPATKAN Apapun yang Aku BUTUHKAN."

[..Baca Selengkapnya..]

Rabu, 02 Desember 2009

ArTi KEJUJURAN


Abdullah bin Dinar meriwayatkan, suatu hari ia melakukan perjalanan bersama Khalifah Umar bin Khathab dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, “Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu....”
.... “Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya,” jawab si gembala.
...“Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala,” lanjut Khalifah.
Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, ...“Lalu, di mana Allah?”...

Khalifah Umar tertegun karena jawaban itu. Sambil meneteskan air mata ia pun berkata,
... “Kalimat ‘di mana Allah’ itu telah memerdekakan kamu di dunia ini, semoga dengan kalimat ini pula akan memerdekakan kamu di akhirat kelak.” ...

Kisah di atas merupakan gambaran pribadi yang jujur, menjalankan kewajiban dengan disiplin yang kuat, tidak akan melakukan kebohongan walau diiming-imingi dengan keuntungan materi.

Islam menganjurkan berlaku jujur bagi setiap orang –apa pun profesinya– dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nabi Muhammad saw menegaskan, “Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka.” (HR Bukhari).

Berlaku jujur memang sulit manakala ia berbenturan dengan kepentingan-kepentingan tertentu yang bersifat duniawi. Orang rela mengorbankan kejujurannya demi kepentingan materi, pangkat, jabatan dan semacamnya. Yang tergambar dalam pikirannya bahwa dengan banyaknya materi yang dia miliki segera akan dihormati orang banyak, dengan ketinggian jabatan dan kedudukan yang dia sandang serta merta mendapatkan penghargaan dan prestise di masyarakat.

Dari sini maka muncullah spekulasi kebohongan untuk maksud asal bapak senang, menghalalkan segala cara, menumpuk kekayaan di atas keprihatinan orang lain, tidak peduli akan terjadinya kesenjangan sosial, dan meningkatnya angka kemiskinan. Alhasil, kebohongan demi kebohongan dengan mudah ia lakukan demi kesenangan dan kenikmatan sesaat.

Dalam kaitannya dengan kejujuran ini, ada seorang sahabat masuk Islam, yang sebelumnya sangat gemar melakukan dosa besar –berzina, berjudi, merampok, dan lain-lain. Dengan sangat jujur dia ceritakan perbuatannya ini di hadapan Rasulullah. Setelah Nabi memahami apa yang ia kisahkan itu, beliau memberi fatwa kepada sahabat ini dengan satu kalimat pendek, “Jangan berbohong.”

Awalnya, ia menganggap begitu sepele permintaan Rasulullah ini, namun ternyata implikasinya begitu indah, mampu membebaskannya dari segala perbuatan dosa. Setiap ada keinginan berbuat dosa, ia selalu teringat pada nasihat Nabi saw.

Sedangkan untuk berkata jujur bahwa ia telah berbuat kejahatan, ia malu dengan dirinya sendiri. Akhirnya, dengan kesadaran penuh ia pun meninggalkan segala perbuatan dosa dan menjadi pengikut setia Rasulullah... Subhanallah...

[..Baca Selengkapnya..]

Sabtu, 04 Juli 2009

VIRUS di MAC

Sebuah virus trojan kini sedang asyik ‘menggerogoti’ komputer-komputer Apple Mac. Virus ini menyebar via software iWorks ilegal dan menjadi pusat perhatian karena merupakan virus pertama yang menyerang platform OS X, sistem operasi pilihan pada komputer Mac. Selama ini Mac dianggap relatif aman dari serangan virus. Namun ini lebih dikarenakan jumlah penggunanya yang tidak sebanyak Windows.


Virus Mac yang ditulis dalam RealBasic ini ternyata amatiran. Komentar di kodenya menyatakan bahwa tujuan virus adalah menciptakan botnet “Mac OS X pertama”. Virus ini juga mencoba mencuri alamat e-mail, merekam ketukan kunci (keystroke), dan mengirim dirinya sendiri via hard disk yang terpasang.
Menurut beberapa sumber, virus yang dijuluki Tored itu adalah sebuah worm. Namun ada juga yang melaporkannya sebagai trojan. Faktanya, Tored adalah worm yang merangkap trojan, atau setidaknya mencoba menjadi keduanya. Aksi pencurian e-mail dan replikasi ke drive yang terpasangnya menyerupai worm seperti Conficker. Namun server SMTP yang dicoba oleh virus untuk mengirimkan dirinya saat ini tidak aktif. Alhasil Tored terbatas pada serangan gaya trojan, via software yang membundelkan malware.

Apa beda trojan dengan worm? Sebuah trojan biasanya merujuk pada sebuah virus yang secara tidak sadar diunduh dan dipasang oleh pengguna. Sebaliknya worm, dapat mengirimkan dirinya sendiri di sebuah jaringan, via e-mail, atau remote login. Cara penyebaran yang melalui USB flash disk yang terinfeksi menjadikan berwilayah abu-abu – ada yang merujuk virus seperti ini sebagai worm, lainnya menyebutkannya sebagai trojan.

Virus Tored mungkin aalah trojan “e-mail aware” pertama yang menyerang Mac. Beberapa tahun lalu memang ada beberapa trojan khas Apple, tetapi tampaknya yang satu ini adalah virus pertama yang juga berulah bak worm. Kendati tidak berbahaya, perilakunya mencerminkan jenis serangan baru pada platform Mac.

Graham Cluley (Senior Technology Consultant, Sophos) mengatakan, “Banyak penggemar Mac yang mengira bahwa penyebaran worm tidak menuntut campur tangan manusia. Memang ada beberapa worm Windows yang seperti itu (misalnya Sasser dan Code Red), tetapi banyak dari malware yang kita anggap sebagai worm (misalnya The Love Bug, Anna Kournikova, dll), membutuhkan campur tangan manusia dan menyebar dengan cepat.”

Mungkin bagian paling menarik dari virus baru ini adalah dikirimkannya pesan e-mail “For Mac OS X!: (If you are not on Mac please transfer this mail to a Mac and sorry for our fault :)”

Berita bagusnya, menurut Cluley, Tored bukanlah ancaman yang sangat serius, dan mungkin tidak akan ada yang mengalaminya. “Ancaman yang lebih serius bagi pengguna Mac adalah Trojan yang ditanamkan pada Websites yang menawarkan unduhan menarik.”

Paa bulan Januari, trojan yang bersembunyi di dalam salinan iWork ‘09 dan Adobe Photoshop CS4 for Mac telah menginfeksi sekitar 5000 komputer. Kendati tidak mampu menyebar secara mandiri, trojan ini diyakini adalah botnet Mac pertama.


[..Baca Selengkapnya..]

Kamis, 23 April 2009

JALAN PANTURA PARAH !!

Karena satu urusan, dua minggu terakhir ini saya harus bolak-balik Semarang-Surabaya. Mempertimbangkan eifisiensi ditengah resesi global, saya putuskan untuk membawa kendaraan sendiri. Awalnya gamang juga, jangan-jangan jalan rusak parah nih. Berdasarkan informasi dari media, pertengahan sampai akhir musim penghujan kemarin konon lalulintas cukup tersendat karena kerusakan jalan yang disebabkan karena banjir (salah satunya), meskipun masih banyak faktor lain sih.
Akhirnya dengan deg-degan plus semangat 45. Berangkat !!!. Sengaja saya pilih waktu pagi dinihari untuk mengantisipasi janga-jangan bener kata media. Jadi kalau toh bener harus bermacet-macet tidak terlalu tersiksa oleh cuaca panas. Disaat sebagian besar orang masih berkerudung selimut, saya sudah mulai 'metani' jalan pantura.

Etape Pertama Semarang-Kudus
Selepas Semarang menuju Demak, hati sudah mulai nggak enak. Dipagi buta masih banyak iring2an trunk dari arah timur yang baru masuk Semarang. Pertanda buruk nih pikirku. Jangan2 penyebabnya jalan rusak atau ada kecelakaan. Ternyata bener dugaanku. jalan mulai kriting dan berlubang. Sangat tidak nyaman, sehingga mata harus MODE ZOOM ON. Meskipun sedang diperbaiki tapi sangat lamban sekali. Gak kelar2, kata rekan yang bolak-balik melewati jalan ini.
Keluar dari Demak menuju Kudus ternyata makin parah. Sebelah kiri jalan sedang dibuat sungai (pelebaran kali maksudnya ya..). Galian dalam berkilo-kilo meter mirip seperti sungai buatan. Etape ini kita musti ekstra hati-hati kalo tidak ingin keceplung. Selain jalanya sempit, lalu-lintasnya cukup padat. Terutama truk-truk besar yang sopirnya sudah mulai pada kelelahan. Pokoknya sangat tidak nyamanlah. Hati2 jika melalui jalur ini. Pagi2 buta saja seperti ini. Apalagi siang, pikirku.

Etape Kedua Kudus-Lasem
Ada beberapa ruas jalan yg bikin kita jantungan di etape ini. Route Kudus-Pati, tidak banyak perubahan dari tahun2 lalu. Masih kriting !!!. Tapi ada sedikit peningkatan. Di beberapa ruas sudah mulai dilakukan pelebaran, meski belum begitu banyak. Yahhhh...not bad lah...
Ruas berikutnya Pati-Juwana. Didaerah langganan banjir ini kita musti ekstra hati hati. Sepanjang ruas ini sedang dilakuan peninggian jalan biar gak kebanjiran. Tapi karena dilakukan separo-separo, akibatnya 'njomplang sebelah'. Disisi lain sudah tinggi, sisi sebaliknya masih rendah. Cukup tinggi juga selisihnya, sekitar 70an senti. Mana tidak tidak ada pembatasnya lagi..Kalo tidak hati-hati kita bisa kejeglong, apalagi gelap dan ramai. Potensi macet sangat besar di route ini. Jika ada satu kendaraan 'ngadat/mogok' pasti macet total. Kagak bisa di-apa2-in. Saya sarankan siapin mental dan turunkan tensi jika melewati route ini.
Ruas berikutnya adalah Juwana-Lasem. Meskipun relatif lancar, KRITING MODE ON masih berlaku di ruas ini. Masih sama dengan tahun2 lalu. Tidak ada yang istimewa di route ini, selain lalulintas yang padat didominasi oleh truk angkutan.

Etape Ketiga Lasem-Tuban
Selepas Lasem kita akan disuguhi panorama yang cukup indah. Perjalanan menyusuri bibir pantai. Harapan saya bisa menikmati indah nya Sunset di ruas ini, tapi karena mendung jadi nggak kelihatan deh mataharinya. Meski demikian panorama pantai cukup bisa mengobati kejengkelan di ruas-ruas berikutnya. Jangan terlena dengan keindahan panorama, karena ruas jalan ini berliku-liku. Banyak tikungan patah dan sempit. Sayang keindahan panorama tidak diimbangi dengan kemulusan jalan. KRITING MODE masih ON !!!.
Jawa Timur memang beda. Begitu memasuki gerbang Jawa Timur, KRITING MODE langsung OFF. Mungkin Jawa Timur nggak seneng kriting, sehingga semua jalan di 'Rebounding' ..hehe.. Di ruas ini jangan terlena dengan jalan mulus dan lebar, karena banyak angkutan non standar yg berkeliaran disini. MOGRO (motor grobak) saya mengistilahkanya yang dimodifikasi sebagai Angkutan Pedesaan. Menurunkan dan menaikan penumpang tanpa aba-aba. Jika kurang waspada bisa berabe kita.

Etape Keempat Tuban-Surabaya
Keluar Tuban saya putuskan untuk tidak mengikuti route angkutan bus/truk. Takut 'bete' karena macet. Saya pilih jalan lewat Paciran-Sidayu, sekalian pengen lihat object wisata Tanjung Kodok dan Jatim Park II. Ternyata keduanya terletak persis dipinggir jalan yg saya lalui. Cukup menarik kayaknya. Tapi karena tujuan saya tidak ke situ, terpaksa cukup senyum dikulum saja...
Ada beberapa ruas Tuban-Surabaya yang cukup sempit dan ramai. Harus ekstra hati-hati kita melaluinya, karena ada juga pasar tumpah yg sampai memakan separo jalan. Sehingga harus antri kita melaluinya. Kondisi jalan cukup bagus selepas Tuban sampai pintu Tol Manyar. Surabaya...I'm Coming. Salut buat Jawa Timur.

[..Baca Selengkapnya..]